Selasa, 30 Juni 2020

CELAAN PELAKU MUHAJAROH

┏━ ﷽🍃🔴💝🔴🍃 ━━━┓
*ONE DAY ONE HADITS*

Rabu, 1 Juli 2020 / 9 Dzul Qo'dah 1441 H.

*"Celaan Para Pelaku Muhajarah"*

عَنْ سالم بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ قَالَ: سمعت أبا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ يقول سمعت رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول: كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ ، وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ : يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْه. (رواه البخاري و مسلم)

Artinya :
_Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah, telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata: ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”_ (HR. Bukhari no 6069 dan Muslim no 2990)

*Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :*

1. Pelaku perbuatan mujaharah menyebabkan Allah Azza wa Jalla marah terhadapnya.
Ibnu Hajar rahimahullahu dalam kitabnya Fathul Bari mengatakan: _"Bahwa barang siapa yang berkeinginan untuk menampakkan kemaksiatan dan menceritakan perbuatan maksiat tersebut, maka dia telah menyebabkan Rabb-nya marah kepadanya sehingga Dia tidak menutupi aibnya tersebut. Dan barang siapa yang berkeinginan untuk menutupi perbuatan maksiatnya tersebut karena malu terhadap Rabb-nya dan manusia, maka Allah Tabaraka wa Ta’ala akan memberikan penutup yang akan menutupi aibnya itu."_ (Nadhratun Na’im hal 555–5554)
2. Pelaku perbuatan ini telah mengharamkan bagi dirinya sendiri ampunan Allah Ta’ala.
3. Manusia akan merendahkan pelaku perbuatan ini dan meninggalkannya.
4. Kerasnya celaan bagi para pelaku perbuatan ini. Menceritakan perbuatan maksiat kepada khalayak umum menyebabkan pelakunya melakukan kemaksiatannya secara terus menerus. 
5. Dan hal ini juga menyebabkan manusia ikut mengamalkan perbuatan maksiat tersebut, sehingga dia akan mendapatkan dosa dari dosa-dosa para pengikutnya tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka. Karena penunjuk kepada keburukan seperti pelaku keburukan itu sendiri.
6. Pelaku perbuatan ini membuat dosanya menjadi besar walaupun pada asalnya dosa yang dia lakukan itu kecil.
7. Terang-terangan dalam kemaksiatan adalah dosa tersendiri selain dari dosa maksiat itu sendiri, karena dia telah meremehkan kebesaran Allah azza wa jalla. Terang-terangan dalam kemaksiatan menyebabkan tersebarnya kemungkaran di antara kaum muslimin.
8. Barang siapa yang Allah Ta'ala tutupi aibnya di dunia, maka Allah Ta'ala akan menutupi aibnya di akhirat dan tidak akan memperlihatkannya di hadapan manusia yang lain. Dan ini termasuk dari luasnya rahmat Allah Ta’ala untuk para hamba-nya. 
9. Tutupi aibmu, maka Allah Ta'ala, pun akan menutupinya! Dan bertobatlah, bukan bangga dengan dosa dan kesalahan yang pernah dikerjakan dan memamerkannya..!!

*Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :*

1. Celaan terhadap para pelaku mujaharah;

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ ۞

_“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”_ (QS. An Nur: 19)

2. Bila menyebabkan manusia ikut mengamalkan perbuatan maksiat tersebut, sehingga dia akan mendapatkan dosa dari dosa-dosa para pengikutnya tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka. Karena penunjuk kepada keburukan seperti pelaku keburukan itu sendiri;

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَّعَ أَثْقَالِهِمْ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ ۞

_"Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan."_ (QS. Al-Ankabut: 13)

3. Luasnya ampunan Allah Ta'ala tersebut juga akan dirasakan oleh para hamba-Nya yang selalu berbuat baik dan berusaha menjauhi dosa-dosa besar. Sebagaimana yang telah Allah Ta'ala janjikan kepada kita dalam firman-Nya;

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى ۞ الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۞

_“Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya."_ (QS. An Najm: 31-32)
    
*وَاللّٰهُ أَعلَمُ بِالصَّوَابِ...*
*Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh. Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah...*

          •┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•

Senin, 29 Juni 2020

JANGAN BIARKAN KESEDIHAN MENGGEROGOTIMU

*🌻MENU QUR'AN HARI INI🌻*
Selasa, 30 Juni 2020 -  8 Dzulqo'dah 1441

*Jangan Biarkan Kesedihan Menggerogotimu !*

khazanahalquran.com – Saat ini kita bersama-sama sedang menghadapi masa krisis yang cukup sulit. Tapi jangan biarkan kesedihanmu semakin panjang, hatimu semakin sempit dan jalanmu terasa semakin gelap. Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi besok, lantas mengapa kita gelisah dengan nasib kita di masa depan?

Yang perlu kita ingat adalah bahwa hanya Allah Swt yang mengetahui semua ini dan Dia lah Yang memiliki kasih sayang tertinggi bagi hamba-Nya.

Ingatlah selalu bahwa kesedihan adalah senjata setan untuk melemahkanmu dan membuatmu putus asa. Bukankah Allah Swt Berfirman :

إِنَّمَا ٱلنَّجۡوَىٰ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ لِيَحۡزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ

“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati.” (QS.Al-Mujadilah:10)

Maka jangan izinkan dirimu menjadi tawanan bagi kesedihan. Jangan izinkan setan menanamkan keputus asaan dalam hatimu. Karena itu bangkitlah dan berusahalah semaksimal mungkin, lalu pasrahkan semua urusanmu kepada Allah Swt.

Bila engkau bersedih, ingatlah musibah yang menimpa Nabi Yunus as dan bandingkan kondisimu dengan kondisi beliau!

Nabi Yunus as berada dalam perut ikan, ditengah gelapnya malam dan dalamnya lautan, namun dalam kondisi sesulit ini beliau tidak pernah putus harapan.

فَنَادَىٰ فِي ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ – فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَنَجَّيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡغَمِّۚ وَكَذَٰلِكَ نُـۨجِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.”

Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

(QS.Al-Anbiya’:87-88)

Lalu apakah kita akan kehilangan harapan padahal kita dalam kondisi yang jauh lebih baik dan jauh lebih mudah ? Kita tidak terjebak dalam perut ikan atau di dasar lautan !

Tumbuhkan selalu harapanmu pada Allah Swt. Karena Dia lah satu-satunya tempat kembali dan tiada kasih sayang yang lebih besar dari kasih sayang-Nya.

Allah Swt selalu melihat kondisi dan kelemahanmu. Lalu kenapa kita tidak segera kembali dan bersandar kepada-Nya?

🙏❤😊
Semoga bermanfaat..
*Tetap semangat utk akherat*

DO'A MOHON KETABAHAN DLM BERIBADAH

┏━ ﷽🍃🔴💝🔴🍃 ━━━┓
*ONE DAY ONE HADITS*

Selasa, 30 Juni 2020 / 8 Dzul Qo'dah 1441 H.

*"Do'a Agar Diteguhkan Hati Dalam Keta'atan Beribadah"*

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ. (رواه مسلم)

Artinya :
_Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahhu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” Setelah itu, Rasulullah ﷺ berdo'a; “Allohumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tho’atik” (Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu)."_ (HR. Muslim)

*Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :*

1. Hati manusia berada di antara dua jari dari sekian jari Allah yang Maha Pemurah. Allah Ta'ala memalingkan hati manusia tersebut sesuai kehendak-Nya.
2. Jika sudah mengetahui demikian, maka hendaklah setiap hamba rajin memohon kepada Allah Ta'ala agar diberi hidayah dan keistiqomahan serta agar tidak menjauh dari jalan yang lurus.
3. Jika seorang hamba bergantung dan bersandar pada dirinya sendiri, tentu ia akan binasa.
4. Hendaknya hamba menyerahkan segala usahanya kepada Allah Ta’ala dan janganlah ia berpaling dari-Nya walaupun sekejap mata.
5. Hendaklah setiap hamba memohon kepada Allah Ta'ala agar terus menerus diteguhkan hati  dalam ketaatan dan tidak sampai terjerumus dalam kemaksiatan atau kesesatan.
6. Di sini dikhususkan hati karena jika hati itu baik, maka seluruh anggota badan lainnya juga ikut baik.
7. Inilah lafadz do'a agar diteguhkan hati kita dalam keta'atan beribadah kepada Allah SWT.;

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

(ALLOHUMMA MUSHORRIFAL QULUUB SHORRIF  QULUUBANAA ‘ALA THO’ATIK).
Artinya:
_Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!_

*Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :*

1. Iringi do'a tersebut dengan do'a untuk memohon ketenangan hati seperti yang tersebut dalam al-Qur'an;

 وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَالُوْا رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ۗ۞

Artinya:
_"Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."_ (QS. Al-Baqarah: 250)

2. Disamping itu iringi juga dengan do'a ini;

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ ۞

_"(Mereka berdo'a), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."_ (QS. Ali 'Imran 3: 8)

*وَاللّٰهُ أَعلَمُ بِالصَّوَابِ...*
*Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh. Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah...*

          •┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•

LARANGAN BUANG DAHAK ATAU BERLUDAH KE ARAH KIBLAT

*🚫JANGAN BUANG DAHAK ATAUPUN LUDAH KE ARAH KIBLAT*⏏️

⚠️Seorang muslim, sikapnya selalu ditimbang dengan dalil. Karenanya, ia paling semangat menuntut ilmu, untuk diamalkan dalam kehidupan keseharian. Diam dan geraknya selalu terkait dengan boleh atau tidak, pahala ataukah dosa.

Semakin ia terikat dengan hukum syariat, ketika itu pula jiwa penghambaannya kepada Allah semakin besar. Pada titik ideal, ia akan sampai kepada derajat Ihsan, mencapai muraqabatullah. Yaitu merasa selalu diawasi oleh Allah.

Dahulu, Sufyan bin Said Ats Tsauri pernah mengatakan:

إنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ لَا تَحُكَّ رَأْسَكَ إلَّا بِأَثَرٍ فَافْعَلْ

“Apabila engkau mampu untuk tidak menggaruk kepalamu kecuali dengan dalil, maka lakukanlah!” [Al Jami’ li Akhlaqi Ar Rawi].

Memang, Islam adalah agama yang sempurna. Semuanya telah gamblang dijelaskan di dalamnya. Dari aktivitas paling ringan sampai urusan terbesar yang menyangkut umat seluruhnya. Semuanya tergariskan dengan jelas di sana. Masalahnya, kita mau belajar atau tidak.

Meludah, juga buang dahak pun ada aturannya. Bukan hanya sisi adab atau tinjauan kesehatan, bahkan syariat mengatur sedemikian rupa untuk maslahat bersama. Lebih dari itu, hikmahnya adalah untuk memuliakan syiar Islam. Nah, bagaimana keterangan dan pembahasannya seputar adab berikut sedikit bahasan tentangnya. semoga bermanfaat.

1. Dilarang meludah ke arah kiblat.

Rasulullah menjelaskan dalam hadits beliau:

مَنْ تَفَلَ تُجَاهَ الْقِبْلَةِ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَفْلُهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ

“Siapa yang meludah ke arah kiblat, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ludahnya di antara kedua matanya.” [H.R. Abu Dawud dari shahabat Hudzaifah bin Al Yaman oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash Shahihah].

Hadits yang semakna, Rasulullah bersabda yang artinya, “Orang yang membuang dahak ke arah kiblat, akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan dahaknya di wajahnya.” [H.R. Ibnu Hibban dari shahabat Abdullah bin Umar dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash Shahihah].

Al Hafizh Ibnu Hajar (dalam Fathul Bari) menukilkan dan membenarkan pernyataan An Nawawi tentang dilarangnya meludah (termasuk buang dahak) ke arah kiblat secara mutlak, baik di luar atau di dalam shalat. Demikian pula pendapat Ash Shan’ani (Subulus Salam), juga Al Albani (dalam Ash Shahihah). Di kitab beliau tersebut, Asy Syaikh Al Albani menyebutkan bahwa hal ini termasuk adab dan pemuliaan terhadap Ka’bah.

..........

Dari sisi kesehatan pun tidak kalah penting. Karena, dengan izin Allah, ludah atau dahak merupakan salah satu media penularan penyakit-penyakit tertentu. Seperti TBC, batuk, dan yang lainnya.

Selengkapnya http://tashfiyah.com/ludah-jangan-dibuang-sembarang/

https://alquran-sunnah.com/kitab/Shahihah/MELUDAH%20KE%20ARAH%20KIBLAT.htm

Minggu, 28 Juni 2020

QUR'AN 29 06 2020

*🌻MENU QUR'AN HARI INI🌻*
Senin, 29 Juni 2020 -  7 Dzulqo'dah 1441

*Kelak Kau Akan Kembali ke Titik Terlemahmu !*

khazanahalquran.com – Allah Swt Berfirman :

وَمَن نُّعَمِّرۡهُ نُنَكِّسۡهُ فِي ٱلۡخَلۡقِۚ أَفَلَا يَعۡقِلُونَ

“Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal penciptaan(nya). Tidakkah mereka berpikir ?” (QS.Ya-Sin:68)

Ayat yang mulia ini ingin mengarahkan kita kepada sebuah Sunnatullah di alam penciptaan manusia. Yaitu sebuah fenomena(gejala) penting bahwa ketika manusia telah mencapai puncak kematangan dalam umurnya, maka ia akan kehilangan berbagai kemampuan yang telah ia miliki. Di umurnya yang mulai renta seseorang akan kembali lemah dan terus melemah seperti ia baru dilahirkan.

Maka pantaskah makhluk yang serba lemah ini berlaku sombong dan membusungkan dada, padahal apabila ia sedikit saja diberi umur panjang kepada Allah maka semua kekuatannya akan memudar dan ia menjadi seperti anak kecil lagi.

Semua kekuatan di alam ini akan memudar, semua kemampuan akan melemah, karena hanya kekuatan Allah Swt yang selalu abadi dan tidak pernah berkurang sedikit pun.

مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٖ

“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS.An-Nahl:96)

Dalam ayat lain Allah Swt Berfirman :

كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ لَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ

“Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS.Al-Qashash:88)

Kemudian ayat di atas di tutup dengan sebuah pertanyaan, 
أَفَلَا يَعۡقِلُونَ
 ( Tidakkah mereka  berpikir ? )

Sebuah pertanyaan yang mengguncang pikiran siapapun yang membacanya. Seakan Allah Swt ingin menegaskan bahwa semua kemampuan dan kekuatan yang kau miliki adalah pemberian dari Allah. Maka suatu saat pemberian itu akan mudah sekali di ambil oleh Allah dalam sekejap.

Ingatlah selalu bahwa di atas kalian ada kekuatan yang abadi dan tak tertandingi. Kekuatan yang berkuasa atas segala sesuatu. Maka hubungkan dirimu dengan Yang Maha Kuat dan sadari bahwa engkau tak memiliki kemampuan apapun kecuali atas pemberian-Nya.

Dan jangan lupa untuk memperbanyak bekal di dunia ini khususnya di masa muda sebelum datangnya masa tua. Sebagaimana Rasulullah Saw pernah mewasiatkan untuk kita memanfaatkan 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara dan salah satunya adalah :

شَبَابَكَ قَبلَ هَرَمِكَ

“Masa mudamu sebelum datang masa tuamu.”

Dalam kesempatan lain Sayyidina Ali bin Abi tholib pernah berpesan :

عَجِبتُ لِمَن يَرَى أَنَّهُ ينقص كُلّ يومٍ في نَفسِه وعُمرِه وهُو لَا يَتأهب لِلمَوت

“Aku heran dengan seseorang yang melihat bahwa dirinya dan umurnya berkurang setiap hari namun dia tidak mempersiapkan diri untuk kematian.”

🙏❤😊
Semoga bermanfaat..
*Tetap semangat utk akherat*

HADITS SENIN 29 06 2020

┏ ﷽🔴💝🔴🍃 ━━━┓
*ONE DAY ONE HADITS*

Senin, 29 Juni 2020 / 7 Dzul Qo'dah 1441 H.

*"Keutamaan Umur Panjang Disertai Ketaatan"*

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ ؟ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ . قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ ؟ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ. (رواه احمد والترمذى والحاكم)

Artinya :
_Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau ﷺ menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau ﷺ menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya.”_ (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan al-Hâkim)

*Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :*

1. Sesungguhnya panjang umur merupakan modal untuk meraih kedudukan yang tinggi di sisi Allâh SWT. Namun jika umur yang panjang dipenuhi dengan keburukan, maka pemiliknya menjadi orang yang paling buruk pula.
2. Manusia berkualitas adalah dambaan setiap insan yang sadar. Ia tak rela bila perjalanan hidupnya tak bisa membuahkan apa-apa. Dan ia akan selalu berusaha bangkit untuk memperbaiki kafilah perjalanan hidupnya, sehingga lembaran-lembaran kehidupannya akan diwarnai dengan beragam kebaikan dan kemanfaatan.
3. Dan tentunya bila ia hidup dengan rentang waktu yang panjang dengan tetap menjaga kualitas kepribadiannya, maka iapun telah patut untuk mendapatkan gelar manusia terbaik.
4. Kenapa orang yang panjang umurnya dan baik amalnya merupakan orang terbaik? Karena orang yang banyak kebaikannya, setiap kali umurnya bertambah maka pahalanya juga bertambah dan derajatnya semakin tinggi. Kesempatan hidupnya merupakan tambahan pahala dengan sebab nilai amalannya yang terus tambah, walaupun hanya sekedar istiqâmah di atas iman.
5. Demikian pula, karena dengan bertambahnya umur seseorang, berpotensi besar untuk menambah kebaikan-kebaikannya dan mengangkat derajatnya, baik dalam porsi banyak, maupun sedikit. 
6. Memang panjang-pendeknya umur seseorang adalah rahasia Allah, namun bila umur seseorang panjang, dengan tetap membawa obor iman dan istiqamah di atasnya, maka insya-Allah itu semua akan mendatangkan kebaikan baginya. Dan setiap kali umurnya bertambah, setiap kali itu pula amalnya semakin banyak dan melimpah, sesuai dengan panjang umur yang ia nikmati.
7. Dan sebaliknya (sebagaimana hadits di atas), bahwa seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya, karena waktu dan kesempatan itu seperti modal bagi seorang pedagang. Seyogyanya, dia menggunakan modalnya dalam perdagangan yang menjanjikan keuntungan. Semakin banyak modal yang diinvestasikan, maka keuntungan yang akan diraihnya juga semakin banyak.
8. Barangsiapa melewatkan hidup untuk kebaikannya maka dia telah beruntung dan sukses. Namun sebaliknya, barangsiapa menyia-nyiakan modal (kesempatan hidup)-nya, maka dia tidak akan beruntung dan bahkan merugi dengan kerugian yang nyata.
9. Berdasarkan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa hadits tersebut menjelaskan tentang keutamaan panjang umur yang disertai dengan amal yang baik sehingga layak disebut sebagai orang yang baik, dan sebaliknya jika diberikan panjang umur namun sayangnya hanya digunakan untuk berbuat yang tidak baik maka layak disebut sebagai sejelek-jeleknya orang.
Oleh karena itu sebagai seorang Mukmin jangan sampai menyia-nyiakan umur dan waktunya. Hendaklah dia selalu waspada terhadap kehidupannya, umur yang masih ada hendaklah diisi dengan amal shalih. Jika tidak, maka kerugian yang akan didapatkan.
10. Akhirnya, semoga Allâh SWT. senantiasa menganugerahkan umur panjang dan barokah, sehat wal 'afiyah, serta selalu memberikan taufiq dan hidayah kepada kita untuk mengisi hidup dengan ketaatan beribadah kepada Allah SWT. Aaamiin...

*Tema hadits yang berkaiatan dengan ayat Al-Qur'an :*

1. Baik dan bermanfaatnya panjang umur agar terjadi pengingatan dan perbaikan, penggunaan sebaik-baiknya tujuan serta taubat yang sebenar-benarnya;

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ ۞ 

_“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir”,_ [QS.  Fathir: 37]

2. Janji Allah bagi hamba-hambanya yang senantiasa bertaqwa dan beramal shaleh;

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِى جَنّٰتٍ وَعُيُونٍ ۞ ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتٰىهُمْ رَبُّهُمْ  ۚ  إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِينَ ۞ كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ۞ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ۞

_"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air," (15) "mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik,"(16) "mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;"(17) "dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)."(18)_ (QS. Az-Zariyat 51: 15-18)
~~~~~~~~~~~~~~~~
Ibnu Katsir dalam 'Tafsirnya' menyebutkan penafsiran sebagian ulama' terhadap ayat terakhir, _“Mereka shalat malam dan mengakhirkan (melanjutkannya) istighfar sampai waktu sahur (menjelang shubuh).”_

Jadi mereka itu adalah orang-orang yang mengisi hidupnya dengan kebaikan. Mereka banyak beramal dengan fisik dan harta mereka. Saat di penghujung malam, mereka mengerjakan shalat malam yang panjang, mereka juga memohon ampun atas dosa dan kesalahan.

*والله اعلم بالصواب...*
*Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh. Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah...*

        •┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•

Jumat, 26 Juni 2020

KAJIAN HADITS JUM'AT 26 JUNI 2020

┏━ ﷽🍃🔴💝🔴🍃 ━━━┓
*ONE DAY ONE HADITS*

Jum'at, 26 Juni 2020 / 4 Dzul Qo'dah 1441 H.

*"Surga Diliputi Perkara Yang Dibenci Jiwa, Neraka Diliputi Perkara Yang Disukai Nafsu"*

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ.   (رواه مسلم والترمذي وأحمد)

Artinya :
_Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: "Surga itu diliputi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, dan neraka itu diliputi hal-hal yang menyenangkan."_ (HR. Muslim IV/2174 no.2822, At-Tirmidzi IV/693 no.2559, dan Ahmad III/284 no.14062)

*Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :*

1. Maksud sabda Nabi ﷺ bahwa neraka itu diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan nafsu syahwat ialah bahwa jalan menuju neraka itu dipenuhi dengan hal-hal yang disukai oleh nafsu syahwat.
2. Nafsu syahwat ada dua, syahwat faroj (kemaluan) dan buthun (perut). Nafsu syahwat faroj seperti: zina, homoseks, dll. Nafsu syahwat buthun seperti:
riba, korupsi, mengurangi takaran (timbangan), dll. Semuanya itu sangat disukai nafsu syahwat.
3. Ketika seorang hamba melakukan hal-hal itu semua demi mengikuti hawa nafsu dan menyenangkan jiwanya yang dilarang oleh agama, maka ia pun terancam untuk masuk ke dalam api neraka.
4. Sedangkan sabda Nabi ﷺ bahwa surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan, maksudnya ialah bahwa jalan menuju surga itu dipenuhi dengan rintangan-rintangan dan amalan-amalan yang tidak disukai oleh jiwa manusia karena bertentangan dengan hawa nafsu. Seperti perintah mendirikan sholat 5 waktu, menunaikan zakat, infak, shodaqoh, puasa, berjihad di jalan Allah, kewajiban menuntut ilmu agama, menutup aurat, meninggalkan zina, judi, mabuk, korupsi, riba, dan dosa-dosa lainnya. Semuanya itu terasa sangat berat bagi jiwa manusia. Sehingga tatkala seorang hamba bersabar dan istiqomah dalam menjalankan setiap perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya yang mana terasa sangat berat bagi jiwanya dan bertentangan dengan keinginan hawa nafsunya, maka ia dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk masuk Surga yang penuh dengan kenikmatan yang kekal nan abadi. 
5. Maka dari itu, Nabi ﷺ menggambarkan surga dan neraka dengan gambaran seperti itu.

*Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :*

1. Yaitu takut akan hari ia dihadapkan kepada Allah SWT. dan takut akan keputusan Allah terhadap dirinya di hari itu, lalu ia menahan hawa nafsunya dan tidak memperturutkannya serta menundukkannya untuk taat kepada Tuhannya, surgalah tempatnya;

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى۞ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى ۞

_"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."_ (QS. An-Nazi'at 79: 40-41)

2. Nafsu syahwat cenderung mengajak terhadap perbuatan yang jahat sehingga menyeretnya ke dalam neraka;

وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَ مَّا رَةٌ بِۢا لسُّوْٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۞

_"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang."_ (QS. Yusuf 12: 53)

3. Namun jiwa yang tenang yang akan membimbingnya masuk ke dalam syurga;

يٰۤاَ يَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۖ ۞ ارْجِعِيْۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ ۞ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِى ۙ ۞ وَادْخُلِيْ جَنَّتِى ۞

_"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."_ (QS. Al-Fajr 89: 27-30)

*وَاللّٰهُ أَعلَمُ بِالصَّوَابِ...*
*Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh. Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah...*

          •┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•